Kali ini gue mau bahas tentang awal mula gue berhijrah pakai jilbab. Tulisan ini berawal dari teman gue yang bertanya awal gue hijrah dan apa sih hijrah itu menurut gue.
Dulu waktu gue duduk di kelas 2 SMP gue udah punya niat buat pake jilbab sembari mengumpulkan baju-baju panjang seperti gamis dan lain sebagainya, trus di pertengahan tahun gue ikut lomba dan lomba itu mewajibkan kita buat lepas jilbab, gue pengen banget tetap ikut lomba itu tapi di sisi lain gue nggak mau lepasin jilbab gue. Dan akhirnya setelah banyak pertimbangan gue beraniin buat lepas jilbab gue dengan catatan lepasnya pas hari H aja kalo selama latihan jilbabnya tetap dipake *yaaah sama aja sih tetap dilepas wkwkwkw* setelah duduk di kelas 3 SMP barulah gue memantapkan untuk tidak akan melepaskan jilbab gue dan Alhamdulillah sampe dengan sekarang hehehe...
kenapa sih gue sampe mau berjilbab?? Awalnya gue terinspirasi dari seorang perempuan, dia itu guru gue waktu SMP. Gue kalau lihat dia rasanya adem gitu, dia dengan jilbab panjangnya tapi nggak terlihat seperti orang kepanasan atau ribet gitu pokoknya pembawaannya ketika mengenakan jilbab terlihat perfect menurut pandangan gue sih... setelah melihat dia gue jadi kepikiran, kayaknya cocok deh kalo mengenakan jilbab seperti dia, dan akhirnya gue coba Alhamdulillah sampe dengan sekarang sambil mempelajari ilmu-ilmu agama lainnya...
bicara tentang hijrah, kebanyakan jaman sekarang orang-orang sering salah mengartikan kata hijrah. Kebanyakan mereka mengartikan kata hijrah seperti move atau pindah, Hijrah sama sekali berbeda dengan kata pindah ataupun migrasi. Gue pernah dengar ada seseorang yang sedang menjalin hubungan pacaran kemudian dia memutuskan pasangannya dengan alasan ingin berhijrah, setelah beberapa waktu kemudian gue mendengar bahwa seseorang tadi telah menjalin hubungan lagi dengan orang lain dan gue mikir “katanya mau hijrah kok menjalin hubungan pacaran lagi?!” ternyata kata hijrah menurut dia itu seperti yang gue bilang tadi yaitu hanya sekedar pindah. Padahal seseorang tadi menurut gue udah paham banget tentang agama tapi masih saja salah dalam mengartikan kata hijrah.
Jadi hijrah menurut gue menjadi tolak ukur keimanan seseorang, orang yang benar-benar beriman tentu nggak akan merasa berat untuk melakukan hijrah begitupun sebaliknya.
Gue pribadi juga masih merasa berat untuk melakukan hijrah, karna pada dasarnya hijrah itu berliku-liku serta sulit, hijrah itu jalannya berduri dan ia hanya mampu ditempuh oleh orang-orang yang sabar, mulia, dan yang terpuji, karna ganjarannya Surga coba kalo gampang paling Cuma dapat kipas angin wkwkwkwk... dan gue masih sangat jauh dari kata-kata mulia, terpuji dan sabar hehehehe...
Ketika gue mendengar ada orang yang mengatakan dengan gampangnya “gue mau hijrah ke yang lain soalnya gue sering disakiti” rasanya pengen ngilangin dia dari dunia ini deh...
Jadi buat kalian yang sedang menjalani hijrah semoga tetap istiqomah di jalanNYA dan selalu mendoakan orang-orang yang mungkin belum sampai pada tahap itu dan semoga kita semua menjadi orang yang lebih baik lagi tentunya... (
“If you see a chance to be kind today, take it...”
Komentar