Setiap manusia di dunia ini di ciptakan berbeda-beda, ada yang kulitnya putih, coklat, sawo matang, ada yang badannya gendut, kurus, ada yang tinggi, pendek, ada yang rambutnya lurus, keriting, dan lainnya. Semuanya adalah takdir dan walaupun berbeda kita punya ciri khas atau keunikan masing-masing, nggak ada manusia yang sempurna di dunia ini tapi Allah sudah kasih porsi yang terbaik buat kita untuk menjalani hidup di dunia.
Tapiii sampai saat ini juga masih ada aja orang yang menuntut kesempurnaan dari berbagai aspek dan yang paling banyak itu yaitu mengenai fisik. Menurut sebagian besar orang definisi dari sempurna itu adalah yang kulitnya putih, badannya langsing, rambutnya lurus, wajahnya mulus dan hal-hal yang paling bagus lainnya. Karna tuntutan itu kebanyakan orang banyak mengalami bully-an karena fisik mereka yang mungkin nggak sesuai dengan definisi sempurna orang-orang tadi, mereka merasa insecure, dan bahkan ada yang hampir bunuh diri gara-gara keadaan fisik mereka yang nggak sempurna atau istilahnya yang lagi rame banget di perbincangkan saat ini adalah Body Shaming.
Jadi, lagi-lagi menurut dari literatur yang gue baca bahwa Body Shaming adalah tindakan mengejek atau menghina dengan mengomentari fisik (bentuk maupun ukuran tubuh) dan penampilan seseorang baik secara langsung atau tidak langsung.
Menurut gue pribadi Body Shaming itu adalah hal yang gue harus terima supaya bisa jadi pembelajaran buat gue, maksudnya gue bisa introspeksi diri gitu dan akhirnya dari hinaan atau ejekan yang gue terima gue bisa jadi lebih tau apa kekurangan gue dan bisa lebih banyak introspeksi diri. Karna orang-orang juga perlu banget sering introspeksi diri supaya nggak selalu merasa dirinya benar dan akhirnya akan membawanya ke sifat sombong nan arogan seperti yang dilakukan iblis... hehehe itu menurut gue sih.
Seperti yang sering gue dengar beberapa contoh perilaku Body Shaming gini “nggak ada niat buat nurunin BB lo yah?” kalo menurut gue sih itu urusan dia, mau dia gemuk kek atau dia kurus yaudah biarin aja nggak usah nanya-nanya yang bikin mereka tersinggung toh juga nggak ganggu jalan nafas lo kan?! Metabolisme tubuh manusia juga berbeda-beda, jadi ada orang yang gampang gemuk dan ada juga orang yang bawaannya langsing aja gitu. Jadi nggak perlu sok-sok peduli buat nanya-nanya gitu walaupun niatnya baik tapi kalo caranya gitu tetap tersinggung lah jadi lebih baik nggak usah komentar tentang ukuran atau bentuk tubuh seseorang kalopun ada niat baik kritiknya di sampaikan dengan baik dan sopan supaya yaah dia juga bisa menerima dengan baik masukan dari kita.
Trus ada lagi yang gini “lo pake skincare apasih sampe bisa makin banyak jerawatnya gitu?” ini kebanyakan cewe-cewe yang sering bilang gini. Daripada nanya yang nggak jelas gitu mending cari topik lain atau rekomendasiin skincare yang bagus atau yang cocok buat si dia. Semua orang juga pengen wajahnya mulus dan nggak berjerawat, tapi mau gimana lagi? kalo udah terjadi yaah bantu usaha buat ngilangin jerawatnya bukan malah nanya yang nggak-nggak yang pertanyaannya bikin membekas di benak seseorang dan akhirnya bisa membuatnya insecure dan mengurung diri dari pergaulan. Dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang bikin seseorang jadi menciut apalagi di bahas pada saat misalnya lagi ngumpul sama temen-temen, itu sama sekali bukan waktu yang pas.
Jadi pelajaran yang dapat diambil dari Body Shaming ini yaitu kritikan supaya kita bisa jadi lebih baik lagi, tapi kritikannya harus di sampaikan dengan sangat baik dan sopan sehingga orang bisa menerimanya dengan baik, lebih bagus lagi kalo kita juga mengajak atau memberikan semangat agar supaya lebih sering berolahraga dan hidup sehat tentunya atau bisa memberi masukan produk apa yang bagus untuk digunakan gitu...
“Jangan menyibukan dirimu dengan hal-hal yang bukan urusanmu... okey? Be Yourself.....”
Komentar